‘Bangkit dari Kubur’, Sunarto Gegerkan Kampung

  • Whatsapp
'Makam' Sunarto

Warga Tuban, Jawa Timur, dihebohkan oleh kabar tentang seorang warga di kabupaten itu tewas akibat kecelakaan lalu lintas, telah dimakamkan namun tiba-tiba kembali pulang ke rumahnya, dalam kondisi sehat walafiat.

Makam diduga Sunarto

Read More

Triasnews — TAK ayal, ‘kebangkitan dari kubur’ pria bernama Sunarto (40), warga Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan, Tuban, itu membuat warga kampungnya ketakutan. Pasalnya, warga merasa telah memakamkan pria yang diketahui merupakan korban kecelakaan di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Sejak memasuki kampungnya, pria yang bekerja sebagai tukang bangunan itu seakan merasakan pandangan aneh dari warga kampung terhadap dirinya. Sebagian tak menutupi ketakutan dan segera berlari memasuki rumah manakala berpapasan dengannya di jalanan.

Rasa herannya mencapai puncak sesampainya ia di rumahnya. Ia mendapati rumahnya ramai dengan para kerabat dan tetangga. Karpet pun tergelar di ruang tamu yang sudah dikosongkan dari kursi-kursi. Ternyata, keluarganya sudah siap untuk menggelar tahlilan.

Siapa yang meninggal dunia tanpa ia ketahui dan diberitahu? Kaget tak terkira dialami Sunarto. Ternyata, itu tahlilan buat dirinya sendiri yang disangka tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas sehari sebelumnya.

Jadi wajar saja bila orang-orang sekampung yang berpapasan dengannya melipir minggir, kalau pun tak lari tunggang langgang. Tapi wajar bila orang-orang takut, dan keluarga Sunarto pun tak begitu saja menerima kehadirannya petang itu.

7 jam sebelumnya, keluarga dan tetangganya baru saja menguburkan ‘Sunarto’, yang disebut-sebut mengalami kecelakaan lalu lintas sehari sebelumnya. Setelah dikabarkan meninggal dunia, pihak keluarga langsung mengambil jenazah  di Puskesmas Kecamatan Brondong, Lamongan.

Prosesi pemulasaraan mayat pun kental dengan suasana horor karena mayat telah begitu rusaknya. Tak bisa dikenali lagi.

Modin Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan, Tuban, Abdul Qoyum mengatakan, yang meninggal bukan Sunarto tapi Wartiim (35), warga Dusun Jarum, Desa Pruggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban.

“Warga kaget melihat Sunarto datang, Senin malam, karena warga merasa telah memakamkan jenazahnya sekitar pukul tiga sore, ternyata malam Sunarto pulang,” ucap Abdul Qoyum, Selasa (8/10/2019).

Kapolsek Grabagan, AKP Ali Kantha, membenarkan cerita Abdul bahwa yang meninggal dunia dan dimakamkan itu sebenarnya bukan Sunarto, melainkan orang lain.

Polisi akhirnya mengungkap, jenazah yang dimakamkan ternyata Wartim, warga Desa Jarum, Kecamatan Semanding, Tuban.

“Kemudian dalam kecelakaan Senin kemarin itu, karena saking parahnya kondisi korban, sulit dikenali dan tak ada tanda pengenal, maka pihak kami sempat dihubungi jajaran Polsek Brondong agar menghubungi pihak keluarga sesuai kepemilikan kendaraan,” kata AKP Ali.

Usut punya usut, sejak tiga bulan sebelumnya, Sunarto yang memiliki utang kepada mendiang Wartim menyerahkan sepeda motornya sebagai jaminan. Wartim saat kecelakaan terjadi sedang memakai motor milik Sunarto. Lantaran kecelakaan yang terjadi terlalu parah, polisi tidak bisa mengenali wajah korban. Satu-satunya informasi yang bisa dikenali hanya dari STNK motor atas nama Sunarto, yang dibawa oleh Wartim.

“Wartim tidak bawa identitas, di motor yang ada identitas saya, lalu dikira saya yang kecelakaan. Padahal motor saya dipinjam Wartim tiga bulan karena saya juga punya utang,” aku Sunarto. (AF)*

banner 300x250

Related posts