AP I Kian Agresif Investasi Bangun Bandara Tahun 2020

  • Whatsapp
PT. Angkasa Pura I (Persero)

PT Angkasa Pura I (Persero) (AP I) semakin agresif dalam melaksanakan investasi dan pengembangan bandar udara (Bandara) pada 2020.

TRIASNews – PT Angkasa Pura I (Persero) (AP I) merupakan salah satu BUMN pengelola bandar udara (Bandara) di Indonesia. Dewasa ini, AP I diberikan tanggung jawab oleh Pemerintah untuk mengelola 15 Bandara, meliputi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Internasional Lombok Praya, Bandara Pattimura Ambon, Bandara El Tari Kupang, dan Bandara Sentani Jayapura.

AP I juga mempunyai 5 anak perusahaan, yaitu PT Angkasa Pura Logistik, PT Angkasa Pura Properti, PT Angkasa Pura Suport, PT Angkasa Pura Hotel, dan PT Angkasa Pura Retail.

Gedung PT. Angkasa Pura I (Persero)

Sebagai sebuah entitas bisnis yang profesional, menyongsong tahun 2020, AP I semakin agresif dalam melaksanakan investasi dan pengembangan Bandara di Indonesia.

Vice President (VP) Corporate Secretary AP I, Handy Heryudhitiawan, membenarkan , pihaknya tetap agresif berinvestasi terlebih saat ini AP I memiliki beberapa proyek Bandara yang harus dibiayai, antara lain Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Internasional Juanda Surabaya, Bandara El Tari Kupang, dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

Handy Heryudhitiawan, VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero)

Menurut Handy, Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) AP I untuk tahun 2020 akan diputuskan setelah berkonsultasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan tentunya dengan merujuk pada Rapat Umum Pemegang Saham terkait nilai investasi AP I.

Handy menjelaskan latar belakang utama mengapa investasi AP I harus tetap agresif dalam beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan rencana jangka panjang perusahaan (RJPP), lanjutnya, AP I harus memiliki aset senilai Rp 90 triliun pada 2023. Adapun, total nilai aset AP I saat ini hanya Rp 32 triliun. 

Handy menyebut proyek Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta Internasional Airport/YIA) yang sudah hampir selesai menjadi faktor utama penurunan nilai investasi.

Terlebih, pembangunan Bandara yang menjadi solusi terhadap keterbatasan kapasitas penumpang di Bandara Adisutjipto tersebut memiliki porsi investasi besar pada alokasi 2019.

Alokasi investasi yang dibutuhkan AP I untuk pengembangan beberapa bandara mencapai total Rp 32,2 triliun, dengan perincian sebagai berikut: Bandara Syamsudin Noor Rp 2,3 triliun, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Rp 3,5 triliun, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Rp 15 triliun, dan Bandara Yogyakarta Internasional (YIA) Rp 11,4 triliun.

Nilai investasi AP I pada 2019 mencapai Rp 17,5 triliun. Angka tersebut meningkat hingga 45,8% dibandingkan dengan nilai investasi pada 2018 yang hanya Rp 12 triliun.  (AF)*

banner 300x250

Related posts