Abraham Samad: OTT Tanpa Penggeledahan Potensial Hilangkan Jejak Kejahatan

  • Whatsapp
Ketua KPK Periode 2011-2015, Abraham Samad

Dalam doktrin hukum, di negara manapun, kuasa politik tidak boleh lebih tinggi daripada kuasa hukum

TRIASNews –  Mantan Ketua KPK, Abraham Samad, menyampaikan komentar pedas terhadap kasus suap yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Samad mengkritisi kinerja KPK dalam mengungkap kasus ini, terutama terkait gagalnya tim KPK masuk ke ruang pengurus DPP PDIP, pada Kamis (9/1/2020) silam.

Read More

Samad juga menyinggung pernyataan Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang menyebut bahwa penggeledahan atas kasus ini akan dilakukan pada minggu berikutnya.

Menurut Samad, operasi tangkap tangan (OTT) yang tidak disertai penggeledahan pada waktunya, bukan hanya menyimpang dari prosedur standar (SOP), namun juga membuka peluang hilangnya barang bukti, petunjuk, dan alat bukti lain.

“Ini sama dengan memberi waktu pelaku kejahatan buat hilangkan jejak,” demikian cuit Samad melalui akun Twitter pribadinya, @AbrSamad, dilihat Senin (13/1/2020).

Samad mengingatkan, dalam doktrin hukum, di negara manapun, kuasa politik tidak boleh lebih tinggi daripada kuasa hukum. Kuasa hukum harus diatas kuasa politik. Kekuasaan hukum haruslah lebih tinggi daripada kekuasaan politik.

“Kuasa hukum bertumpu pada daulat rakyat, bukan daulat raja,” tegasnya.

Samad menambahkan, lewat suitan lainnya, polemik penundaan penggeledahan adalah buah dari produk UU KPK hasil revisi.

“Pelemahan pemberantasan korupsi semakin terbukti. Tak ada asap jika tak ada api,” cetus Ketua KPK RI periode 2011-2015 ini.

banner 300x250

Related posts